Featured

First blog post

This is the post excerpt.

Iklan

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Aku pamit

Kalimat itu sudah diketik, hampir saja dikirim pada sebuah nomor yang selama ini cukup spesial baginya. Tapi kalimat berisi dua kata itu dihapus lagi. Ia justru mematikan handphonenya. Menyimpan di bawah bantal. Kemudian, ia menangis. Menangis pelan namun deras. Tidak ada artinya kata pamit. Semua berawal tanpa kata, selesai pun tanpa kata, pikirnya. Perempuan itu lalu sejenak terdiam, menatap dinding birunya yang mengusam, membaca lembar demi lembar catatannya yang menuliskan semua perasaannya.
Perempuan sembilan belas tahun itu masih menangis.Sungguh singkat sebenarnya.
Tidak ada yang tahu, tapi sesosok laki-laki yang ia beri nama “Langit” mengerti dan memahami. Sesosok laki-laki itu membuatnya memiliki harapan. Jauh perjalanan mereka. Harapan-harapan itu menggantung dalam doa. Hingga perempuan itu kini mendapati banyak “Langit” yang juga siap memantulkan warna birunya untuknya. Perempuan itu jengah. Bukan ia berhenti mencintai Langitnya, tapi karena ia mengerti satu hal. BELUM SAATNYA MENCINTAI LANGIT. Sungguh belum saatnya. Dan kali ini, ia benar-benar menghayati kalimat itu.
Aku pamit.
Kalimat itu diketiknya lagi. Tapi satu persatu hurufnya ia hilangkan lagi dengan tombol backspace. Perempuan itu akhirnya terdiam. Ia tahu hatinya sungguh lemah. Berkali-kali kata pamit itu terucap, tapi perasaan itu belum juga mau pamit dari tuannya.
Maka ia memutuskan untuk diam, berusaha menjadi tegar. Diam-diam, ia pamit pada perasaan yang pernah ia sebut cinta. Diam-diam, ia pamit pada kata penantian yang pernah memenuhi halaman buku catatannya. Tiba-tiba, ia membiarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya tanpa perasaan menyesal, apalagi takut kehilangan. Diam-diam, ia berhenti mengamati gradasi warna biru yang ditampakkan Langit. Diam-diam, ia menutup semua ceritanya sendirian. Perempuan itu menjadi tegar.
Ia tengah asyik bercerita dengan taman bunganya. Ia tengah asyik bercengkerama dengan bunga-bunganya yang mekar. Ia tengah asyik mensyukuri karunia-Nya. Ia tengah asyik belajar bagaimana caranya menjadi bunga yang mekar dan indah untuk dipetik. Tidak ada yang berubah. Ia memilih pamit. Dan lihatlah, Tuhan menguatkan hatinya.
Mungkin, di suatu waktu, hari, dan tempat yang dirangkai-Nya, ia akan kembali bertemu dengan Langit. Ia harus menatap birunya, bahkan bercengkerama dengan matahari dan bulan bintangnya. Bahkan, mungkin, perempuan itu juga berkesempatan untuk menjelajahi isi Langit. Mungkin. Jika seseorang yang ia sebut Langit itu dia yang membuat ia menangis malam ini, maka memang garis Tuhan menitahkan begitu. Jika bukan, Langit itu pasti tetap biru dan membuatnya bahagia. Karena takdir Tuhan tidak akan pernah tertukar.
Perempuan itu lalu tersenyum di antara bulir-bulir air matanya. Sungguh, ia tidak tahu apa yang ada di dalam hati seseorang yang ia sebut Langit itu. Mungkin, ia masih menyimpan harapan. Mungkin, di dalam hati perempuan itu juga. Aku juga tidak tahu isi hatinya. Aku hanya seonggok buku yang pernah ditulis oleh perempuan itu. Aku pernah tahu tentang semua isi hatinya. Ah, tapi perempuan itu sekarang benar-benar merahasiakan tentang perasaannya. Yang aku tahu, penanya selalu mengatakan, “dia yang mengatakan pada yang membuatku ada, yang akan mendapatkan jawabannya.”
Kalau takdir sudah berkehendak, maka tidak ada apapun yang bisa memisahkan. Melalui pena ini, kukembalikan hati yang pernah kujaga. Kukembalikan nama yang bertahun membuatku tersenyum juga menangis. Kukembalikan kisah pada keindahan skenario-Nya. Aku ingin berbahagia di taman bungaku. Dan kamu, berbahagialah di hamparan luasmu. Bawa cahayamu jika benar kau ingin jadikanku bulan di malammu. Lakukan saja, jangan janjikan. Toh, takdir Tuhan, tidak akan pernah tertukar.
Tanpa sepatah kata pun, perempuan itu pamit. Ia pamit pada hatinya sendiri.
Tidak ada yang perlu disesali dari sebuah perasaan yang menyesakkan, karena fitrahnya manusia mengalami itu.

Belajar Dari Ibu Julisma Suryani

image

Lika liku perjalanannya sangat menginspirasi beberapa mahasiwa yang mendengarkan kisahnya. Hari  itu tepat pada tanggal 27maret2017 beberapa mahasiswa datang untuk mewawancarainya dengan tujuan memenuhi tugas dari salah satu dosen mata kuliah Teknik penulisan artikel.
Disamping mengajar sebagai dosen tetap non pns,beliau juga sambil mengantor . perjalanan pendidikan beliau dari SMA sampai menjadi dosen tidak semudah yang kita bayangkan. Beliau dulunya bersekolah di SMA 3 Duri,kemudian melanjutkan studi pendidikan di UIN SUSKA RIAU jurusan ilmu komunikasi.
Beliau mengira bahwa jurusan ilmu komunikasi itu seperti ngutak ngatik komputer, sebab sewaktu sma dulu beliau jurusan IPA, ya jadi susah untuk bersosialnya, akan tetapi itu hanya pikiranya sewaktu baru masuk kuliah saja, itu tidak menjadi masalah baginya, karna apapun jurusan seseorang itu tergantung dirinya masing-masing.
Setelah lulus dari S1 beliau melanjutkan S2nya di UMJ dan mengambil  mata kuliah yang sama dengan S1 yaitu jurusan ilmu komunikasi dan konsentrasinya komunikasi bisnis. Selama beliau masih S1 beliau banyak mengikuti organisasi seperti, Gagasan,Hmj,Bem,dan Imm. Ia juga pernah masuk Hmi,tetapi mungkin beliau tidak terlalu mendalami tentang bagaimana HMI.
Cara beliau membagi waktu untuk kuliah, kerja dan organisasi itu sungguh luar biasa, beliau sangat bisa soal membagi waktu, sehingga tidak pernah merasa terganggu malah nilainya bagus. Justru karna beliau juga sedang bekerja di Warnet sembari bekerja ia juga bisa searching, jadi bagi beliau tidak susah untuk membuat tugas-tugas kuliah dan itu sangat membantu.
Kalau untuk organisasi menurut beliau sangat membantu juga dalam membangun leadership dan membangun relasi-relasi dengan orang luar. Di tanya soal tokoh yang membuat beliau terinspirasi dari dulu hingga sampai sekarang yaitu orang tua, terutama ibu, ibu yang membuat beliau semangat sampai sekarang ini dan bisa menggapai  cita-cita yang beliau impikan.
Biografi beliau Nama lengkapnya Julis suryani. Lahir di Duri pada tanggal 22 juli 1991. Beliau adalah salah satu dosen tetap non Pns di Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi.
“  motivasi yang beliau berikan untuk mahasiswanya ialah Intinya kita itu harus punya tujuan hidup, kita harus punya rencana yang harus kita rancang untuk masa depan , seperti kita harus tamat Tahun berapa, kita harus punya rencana banyak jangan seperti air yang mengalir tidak ada tujuan yang pasti dan wujudkan setiap rencana yang  kita buat  ”
   Banyak hal yag harus di contoh dari semangat beliau untuk menempuh pendidikan sampai sekarang  ini sehingga beliau sudah menjadi dosen tetap non pns di fakultas dakwah dan komunikasi.
 

Wanita

Sebagai kaum hawa apa pendapatmu tentang”wanita” yah wanita?
Ia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah Subhanahu wata’ala yang mulia. Wanita itu sangat berbeda dengan laki-laki. wanita itu memiliki kedudukan yang sangat agung dalam islam, islam sangat menjaga harkat, martabat seorang wanita. Wanita yang mulia adalah wanita yang sholeh. Yah pastinya sholeh.
TAPI
Berbeda dengan Dia sebut saja namanya BINTANG. Pada suatu hari gadis ini pulang dari sekolahnya dengan mata yang berkaca-kaca dan wajah yang sedih. Setibanya di rumah langsung menuju kekamar, ia langsung menangis dan tiada hentinya menangis, tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Lalu orang tuanya pun heran dan bingung kenapa dia sampai menangis tanpa sebab. Dan ayahnya pun bertanya, “ada apa nak?? tak biasanya kau pulang dengan seperti ini,apa yang membuat kau sedih”??
Gadis itupun langsung bersimpuh di pangkuan Ayahnya,saat itu hanya AYAH yang ia miliki untuk tempat mencurahkan segala isi hatinya, sebab Dia tak lagi memiliki seorang IBU, yah seorang Ibu yang dulunya tempat Dia mencurahkan segala isi hatinya. Ibunya telah Meninggal dunia saat dia masih duduk di bangku kelas Dua SMP.
Gadis itu selalu bertekad untuk menjadi seorang Wanita Tangguh persis seperti Ibunya, dan di saat dia mencoba, Ada saja hal yang membuat dia ragu, tak percaya diri, sampai akhirnya dia pernah di remehkan, di caci, oleh teman sekelasnya sendiri.
Gadis itu pun lansung menceritakan sebab-musabab kesedihannya sewaktu di pangkuan ayahnya “Ayahku, sesungguhnya aku sedih karena ada saja teman yang tidak suka dengan hijrah ku ini, aku sadar aku juga bukan wanita yang sempurnah dalam hal menutup aurat dari dulunya, justru masa lalu itulah yang membuat ku hijrah seperti ini. Terkadang rasa lelah itu selalu datang dan membuat semangat belajar ku menurun yah.”
“bersabarlah nak semua ini hanyalah ujian dan cobaan yang Allah berikan untuk hambanya,perbanyaklah bersabar apapun yang mereka katakan jadikan motivasi untuk selalu melangkah kedepan, dan ingatlah “Sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita soleha” itu adalah pakain yang di kehendaki Allah,wahai putriku” sang ayah dengan bijaksana mencoba memperjelas duduk permasalahannya.
Dan akhirnya rasa kesedihan itu pun mulai menghilang setelah mendengar nasihat dari sang Ayah. Dia sadar bahwa hijrah seorang wanita itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Sebait kata yang selalu ia ucapkan di dalam hatinya, kepada siapa gadis itu mengadu, tentu hanya kepada Allah Swt. Karna dia yakin tak ada yang tidak mungkin karna Allah, “ya rabb ajari hamba santun dalam berbicara,tenang ketika gundah, berpikir sebelum bertindak.” Aminn
DIA hanya wanita biasa-biasa saja, bukan pula sesempurnah wanita soleha lainnya.
Karna ia ingin berubah..
Bukan untuk orang lain atau suatu penilain baik secara umum. Tidak
Ia berubah untuk diri sendiri dan membahagiakan orang-orang yang ia sayangi. 

 

“Dia Wanita Biasa Yang Berkeinginan Menjadi Wanita Yang Luar Biasa”

Dia Wanita Biasa Yang Berkeinginan Menjadi Wanita Yang Luar Biasa

Pada suatu hari lahirlah seorang putri di sebuah kampung yang bernama Batu bersurat. Dia dilahirkan dari rahim seorang Ibu yang memiliki hati yang sangat  muliah, yah tidak salah lagi Setiap Ibu itu memiliki hati yang sangat muliah,dan tidak ada tandingannya. Hari itu tepatnya hari Rabu,, tanggal 05 mei 1996, Dia lahir dan dibesarkan  dari keluarga yang sederhana, dan dia didik dengan kasih sayang,hingga tumbuh menjadi anak yang berani,mandiri dan pantang menyerah.

Tak terasa Dia semakin tumbuh dan  berkembang seperti anak lainnya, Dia terus berusaha menjadi anak yang berbakti kepada orang tua yang sangat Dia sayangi. Dan tibalah saatnya di semakin tumbuh menjadi anak Dewasa, setelah  melewati bangku sekolah dari SD, Smp, dan Sma. Kini Dia sedang menduduki bangku perkuliahan yang sangat Dia impikan dari dulu, semua itu tidak terlepas dari usaha dan do’a Orang tua yang sangat ia sayangi.

Impian nya tidak hanya untuk kuliah, tetapi bagaimana cara Dia menjadi anak yang mandiri, yang memiliki cita-cita  yang begitu banyak.  hampir setiap hari Dia menulis cita-cita yang Dia impikan. Salah satunya Dia ingin menjadi wanita karir yang hebat, karna dia ingin orang tuanya menyaksikan keberhasilannya, karna cita-citalah yang membuat dia tetap semangat walau di terpa badai dan kehidupan.

Meski banyak yang bilang itu tidak akan mungkin, tetapi itu semua tidak menggoyahkan semangatnya, mungkin menurutnya itulah yang di namakan warna warni dalam lembar kisah hidupnya.

Suatu hari dia duduk sambil termenung mengingat di mana dulu sebelum masuk ke jenjang perkuliahan,tempat kuliah yang dia dambakan semenjak dia SMP,yaitu Kampus madani Uin Suska Riau, begitu sulit untuk di ungkapkan, seorang anak yang berasal dari keluarga yang sederhana, yang tidak ingin menyusahkan orang tua.

Dia selalu ingat perjuangan sewaktu dia mendaftar Di jalur undangan PBUD di sekolahnya, dan tiba saat yang di tunggu mhs adalah kelulusan, satu persatu dari temannya telah di nyatakan lulus, tapi tidak dengan dia, Dia yang sangat berharap bisa lulus seperti teman-teman yang lain, tetapi dia salah. 

Sedih itu sudah pasti, mungkin semua itu sudah takdir dari sang Pencipta, tinggal bagaimana kita menanggapinya dengan rasa kesabaran, dan dia juga sangat bersyukur memiliki keluarga yang sangat mendukungnya.

Perjuangan masih panjang untuk mendapatkan kesempatan untuk kuliah di tempat yang dia inginkan, walaupun masih gagal untuk kedua kalinya, tetapi dia tetap tegar, dan semangatnya yang tak pernah goyah, sampai akhirnya dia mendapatkan pengumumaan jalur mandiri Tahap II dan disitulah, dia dinyatakan lulus ujian,tak terbayang betapa bahagianya.

Tak berapa bulan kemudian dia dan teman-temannya mendapat kabar gembira, yaitu telah di bukanya Pendaftaran Bidikmisi, rasa senang dan penuh harap pun ada di mata bersama temannya, sebab dia berpikir  jika mendapatkan BS dia tak lagi menyusahkan orang tua, tetapi semua itu sudah kehendak Allah , dan akhirnya dia masih tidak beruntung di bandingkan teman-temannya yang lain.

Dia selalu sadar , dan tetap bersyukur, mungkin di sana masih banyak orng yang lebih membutuhkan dan dia percaya Allah itu maha Adil. Semester  satu, dan dua pun telah berlalu.

Dan  lanjut ke semester tiga, dan akhirnya di penghujung semester tiga, Dia mendapatkan kabar gembira dari kampus , bahwasanya dia mendapatkan Bidikmisi Bhakti Negri, yang di impikannya sejak dia mulai masuk kuliah , baginya semua itu terasa mimpi.

Jadi, pesan dan kesan yang dia ambil dari semua cerita tentang nya adalah kuncinya hanya satu perbanyaklah bersyukur dengan keadaan yang alami dan bersungguh-sungguhlah, suatu saat Allah akan membalas nya.
Yakinlah. Allah itu maha Adil.

Jika ingin sukses buang kata putus asa dalam mengejar mimpi dan cita-cita.

Wassalamualaikum….

Jaga dan Peliharalah Hatimu

Jaga dan Peliharalah Hatimu

“Bila hati manusia senantiasa dihiasi dengan cinta, maka segala pandangannya hanya melahirkan satu kemungkinan, yankni keteduhan yang menyelamatkan.”
(Salman Rusydie Anwar)

Kita mungkin sering mendengar sebuah ungkapan yang menyatakan jagalah hatimu,peliharalah hatimu,dan sebagainya. Ungkapan ini secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa menjaga hati adalah sesuatu yang penting dilakukan oleh setiap manussia. Dan sebaliknya, ugkapa itu juga menegaskan betapa seseorang yang membiarkan hatinya tidak dijaga, maka akan mendatangkan sesuatu yang buruk dalam kehidupannya.
Masih lekat dalam ingatan kita syair lagu yang pernah di lantunka oleh dai kondang Abdullah Gymnastiar yang bertitel “Jagalah Hati”. Berikut sebagian lirik lagu Aa Gym yang begitu populer itu:
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya hidup ini
Bila hati kian bersih
Berpikirpun seelalu jernih
Semangat hidup ‘kan gigih
Prestasi mudah diraih
Tapi bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk
Jadi makhuk terkutuk.
Spirit yang terkandung dalam lirik lagu Aa Gym terseut adalah pentingnya menjaga hati mengingat implikasi yang akan di peroleh oleh seeorang yang menjaga hatinya dengan baik, sangatlah luar biasa. Namun,pertanyaannyaadalah mengapa hati perlu di jaga, bahaya apa yang dapat mengancam hati sehingga perlu di jaga, dan bagaimana cara kita menjaga hati?
Hati perlu di jaga mengingat hati adalah bagian terpenting dalam diri seorag manusia. Hati yang terjaga dengan baik sanggup memelihara seseorang dari perbuatan-perbuatan tercela yang dapat mejatuhkan derajat kemanusiaannya, baik di hadapan Allah maupun di hadapan sesama manusia lainnya.
Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Dzun Nun al-Mishri, “kegembiraan seorang mukmi akan tampak pada wajahnya,sedangkan kesedihannya akan trsimpan di dalam hatiya. Dadanya adalah yang paling lapang,dan hatinya sangat lembut dan ringan. Hati dan nuraninya dapat mencegah segala bentuk kejahatan dan mendorong untuk melakukan segala bentuk kebaikan. Htiya dapat mengendalikan sifat iri hati, dengki, memaki orang lain, perbuatan tercela, kebencian, kesombongan, dan ingin di puji. Ketika hendak berbuat, akalnya selalu mempertimbangkan akibat perbuatannya.
Bila diibaratkan dengan benda konkret, hati barang kali dapat diibaratkan sebagai butir-butir bebijian. Untuk bisa tumbuh dan menjadi sebatang pohon yang bermanfaat, maka harus dipastikan bahwa biji-bijian itu terjaga dengan baik kualitasnya. Ia harus ditanam,dijaga,diperhatikan,dan dirawat dengan sebaik mungkin sehingga ia bisa hidup,tumbuh dan berkembang serta menghasilkan buah dengan sempurna.
megabaikan dan tidak menjaganya dengan sakama, maka sangat mungkin biji-biji itu akan menjadi sasaran hama yang dapat membuatnya hancur dan rusak. Begitu pun halnya dengan manusia. Tidak peduli apakah ia hidup di tengah lingkungan orang-orang yang baik, namun bila tidak pandai menjaga hati, maka kebaikan orang-orang di sekitarnya tidak akan pernah memberikan pengaruh apa-apa.
Perhatikan sejarah orang-orang munafik yang hidup dizaman Nabi Muhammad Saw. Secara logika, mereka seharusnya tumbuh menjdi pribadi-pribadi yang baik sebagaimana sahabat-sahabat lainnya yang beriman. Mereka hidup bersama Nabi Muhammad Saw. Tetapi, hati mereka justru tidak bisa megambil manfaat dari kondisi yang seharusnya sangat menguntugkan itu, akibat kedengkian yang dibiarkan enguasai hati mereka.
Kita akan maksimal menjaga hati manakala kita memahami virus-virus apa saja yang selama ini sering mengancam hati kita.
Inilah Beberapa Virus-virus Perusak Hati:
Tidak berzikir kepada Allah Swt.
Rasulullah Saw. Bersabda :
“Iman terdiri dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan laa ilaaha illallah. Sedangkan, yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan dan malu adalah cabang dari iman.”(HR.Muslim).
Dengki
Syirik